Articles

Find Our Latest News

Tionghoa Benteng

Tionghoa Benteng merupakan julukan yang melekat erat pada warga beretnis Tionghoa yang bermukim di sekitar Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Mengapa muncul istilah Tionghoa Benteng? Dan bagaimana asal-usulnya sehingga Tionghoa Benteng menjadi salah satu bukti keberadaan dan perkembangan peradaban masyarakat Tionghoa di Tangerang?

Nama `Tionghoa Benteng` berasal dari kata `Benteng`, yang merupakan julukan lama dari Kota Tangerang. Saat itu terdapat sebuah benteng Belanda disekitar Sungai Cisadane, yang difungsikan sebagai pos pengamanan untuk mencegah serangan dari Kesultanan Banten.

Menurut kitab sejarah Sunda yang berjudul Tina Layang Parahyang (Catatan dari Parahyangan), keberadaan komunitas Tionghoa Benteng di Tangerang dan Batavia sudah ada setidaknya sejak tahun 1407, dimana rombongan pertama dari dataran Tiongkok yang dipimpin Tjen Tjie Lung mendarat di muara Sungai Cisadane, yang sekarang berubah nama menjadi Teluk Naga.

Kini, sudah beberapa generasi dari masyarakat Tionghoa Benteng yang beranak pinak dan tinggal di Kota Tangerang. Agar kebudayaan setempat tidak luntur ditelan jaman, maka Museum Benteng Heritage pun didirikan sebagai bukti keberadaan dan perkembangan masyarakat Tionghoa di Kota Tangerang. Disini, siapapun bisa datang dan belajar mengenai budaya serta tradisi dari masyarakat Tionghoa Benteng.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan dan upaya pelestarian budaya Tionghoa Benteng, PemKot Tangerang setiap tahunnya membentuk sebuah karnaval yang berisi perayaan warga Tionghoa di kawasan strategis Kota Tangerang. Agar bukan hanya warga Tionghoa saja yang merayakan, tetapi tradisinya juga turut dikenal oleh masyarakat luas bahkan hingga ke mancanegara.

Share This Post